Ngaku Jadi Korban Penganiayaan, Anggota Kader Partai Demokrat Pandeglang Lapor Polisi

- Minggu, 5 Februari 2023 | 11:18 WIB
Salah satu anggota kader Partai Demokrat Pandeglang bidang Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) bernama Muhamad Sanrio Bilqia mengaku jadi korban penganiayaan (ilustrasi Penganiayaan/Dokumen )
Salah satu anggota kader Partai Demokrat Pandeglang bidang Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) bernama Muhamad Sanrio Bilqia mengaku jadi korban penganiayaan (ilustrasi Penganiayaan/Dokumen )

Pandeglangnews.co.id – Salah satu anggota kader Partai Demokrat Pandeglang bidang Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) bernama Muhamad Sanrio Bilqia mengaku jadi korban penganiayaan oleh terduga pelaku berinisial FAT bersama rekannya yang belum diketahui identitasnya.

Kronologis kejadian penganiayaan tersebut terjadi pada hari Sabtu (4/2/2023) sekitar pukul 11.30 WIB berawal saat korban hendak jalan menggunakan mobil menuju arah Serang tepatnya di Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kampung Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang. Ketika itu korban diberhentikan oleh terduga pelaku berinisial FAT dengan cara menarik kaos korban dan langsung memukul kepala korban menggunakan helm sehingga korban mengalami luka di wajah dan kepala bagian belakang.

Kasus penganiayaan itu kini telah korban laporkan ke Polres Pandeglang. Hal itu dibuktikan dengan surat Laporan Polisi dengan Nomor: STPL/15/II/2023/SPKT/Polres Pandeglang/Polda Banten

Korban Muhamad Sanrio Bilqia mengungkapkan, dirinya menjadi korban penganiayaan hingga mengalami luka dibagian tubuh oleh seorang berinisial FAT dan rekannya yang belum diketahui tersebut.

"Ketika memang saya di tengah jalan dicegat oleh FAT, akhirnya saya turun dia langsung cekik saya, lalu memiting serta memukul saya sama baju juga robek-robek. Saya jelaskan dahulu ke dia agar apa permasalahannya dibicarakan secara baik-baik tidak dengan cara kekerasan," ungkap Muhamad Sanrio Bilqia, kepada Tangerangonline.id Minggu (5/2/2023) usai melaporkan ke Polres Pandeglang.

Ia melanjutkan, dengan kejadian ini dirinya langsung melakukan laporan yang dibuktikan dengan hasil visum dan dua orang saksi yang saat itu yang berada di dalam mobil bersama korban saat kejadian tersebut.

"Saya udah laporkan, karena kejadian ini bukan sekali dua kali bahkan mengancam saya dengan kejadian ini saya sangat menyayangkan. Waktu kejadian di mobil ada sopir sama sodara," ujarnya singkat.

Muhamad Sanrio Bilqia berharap, pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti laporannya tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia (NKRI).

"Saya memohon kepada kepolisian agar memproses laporan ini sesuai hukum yang berlaku. Saya minta keadilan," harapnya.

Sementara pihak Polres Pandeglang belum bisa dimintai keterangan terkait laporan penganiayaan tersebut. ***

Editor: Muhamad Agus Salim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X