Waspada! Modus Penipuan Paket COD Fiktif Mengintai Warga Pandeglang, Isi Paket Baju Bekas

- Jumat, 16 Desember 2022 | 18:12 WIB
Potret Modus Penipuan Paket COD Fiktif Mengintai Warga Pandeglang, Isi Paket Baju Bekas (Agus PN )
Potret Modus Penipuan Paket COD Fiktif Mengintai Warga Pandeglang, Isi Paket Baju Bekas (Agus PN )

PANDEGLANGNEWS.CO.ID, - Modus penipuan mengirimkan paket fiktif kembali muncul di kota Pandeglang. Paket tersebut dikirim dengan sistem cash on delivery (COD).

Penerima diharuskan membayar barang dan ongkir kepada kurir ekspedisi saat paket tiba, sementara penerima tidak pernah merasa pesan. Pelaku mengincar warga yang tinggal di perumahan.

Baca Juga: Tingkatkan SDM Anggota, Ini yang Dilakukan Porwan Pandeglang

Namun setelah paket dibuka, ternyata isinya baju bekas. Salah satu korban, Muhamad Agus Salim warga Perumahan Griya Karang Tanjung, Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang.

Agus mengaku, pada Jumat 16 Desember 2022 ia didatangi kurir yang mengantarkan sebuah paket ke alamat rumahnya.

Baca Juga: Polda Banten launching ETLE Portable, Bakal Ada Petugas Keliling Pantau Pengendara Nakal

Karena melihat alamat dan namanya sesuai, lantas ia menerima dan membayar Rp47.000. Ia juga menduga paket yang dikirim ke alamatnya merupakan paket pesanan istrinya.

“Nama dan alamat yang tercetak di box (paket) memang nama dan alamat rumah saya, dan saya pikir itu paket pesanan istri saya,” ujar Agus kepada Wartawan.

Baca Juga: Arief Rosyid Sukses Buka Restoran Nusantara di Ibu Kota Spanyol

Setelah di buka, ternyata isi paket merupakan baju muslim pria bekas yang banyak terdapat lubang bekas percikan api rokok.

Agus mengatakan nama pengirim yang tertera dalam paket tersebut yakni S4BILLAH_SHOPE dengan alamat Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Namun setelah dicari di beberapa aplikasi market place nama toko pengirim tersebut ternyata tidak ada.

Baca Juga: Tumpukan Batu di Bahu Jalan Sumur Waru Telan Korban, Satu Orang Meninggal Dunia

Agus berharap agar kejadian tersebut tidak terjadi kepada orang lain. Ia berpesan jika ada kiriman paket, maka seharusnya dilakukan klarifikasi kepada penghuni rumah atau pemesan paket tersebut.

"Jika dirasa tidak memesan sebaiknya jangan diterima, atau dibayar jika sistem COD, karena selain merugikan. Tentu di khawatirkan isi paket tersebut bisa saja barang berbahaya atau barang terlarang," tuturnya. ***

Halaman:

Editor: Muhamad Agus Salim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X