• Selasa, 16 Agustus 2022

Inpiratif! Begini Cerita Qomi Uthugyan, Alumni Pesantren yang Sukses Jadi Juragan Duren Kupas!

- Senin, 11 Oktober 2021 | 17:45 WIB
Qomi Uthugyan saat traveling ke Tokyo Jepang. (Instagram @qomiuthugyan)
Qomi Uthugyan saat traveling ke Tokyo Jepang. (Instagram @qomiuthugyan)

PANDEGLANGNEWS.CO.ID, - Siapa bilang alumni pesantren hanya bisa mengaji dan jadi ustadz? Jangan salah, santri alumni pesantren juga bisa sukses menjadi apa saja, termasuk sukses menjadi pengusaha.

Salah satu contohnya adalah Qomi Uthugyan, pemuda Kota Serang, Provinsi Banten, yang kini sukses berbisnis duren. Qomi merupakan santri alumni Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Gintung, Jayanti, Tangerang, Banten. Ia pernah menimba ilmu di sana selama enam tahun.

Ia menceritakan, bila dirinya memulai bisnis duren sejak masih kuliah semester akhir, di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat pada 2015, dengan modal yang sangat pas-pasan.

Baca Juga: Jualan Produk Herbal Skin Care dan Kesehatan SR12, Pasangan Muda ini Raup Omset Milliaran Rupiah!

"Janganlah kamu menunggu sempurna untuk memulai usaha, tetapi mulailah usaha kamu seadanya sampai bisa sempurna". Itulah yang menjadi pegangan Qomi dalam berbisnis. 

Ia memilih berbisnis duren, karena di dekat rumahnya di Kota Serang, ada kedai duren yang sangat ramai. Ia ahirnya terisnpirasi, dan meyakini jika bisnis duren sangatlah menjanjikan.

Sampai akhirnya, dengan modal yang sangat terbatas, Qomi putuskan untuk memulai usaha duren. Karena modal yang terlalu sedikit, ia memilih untuk membuat varian duren, yakni Pancake Duren.

"Saya cari inspirasi di youtube, ada pancake duren, yaitu duren yang dilapisi kulit dan krim. Waktu itu kemasannya satuan, saya jual Rp15 ribu, itu produksi sendiri, coba sendiri, nah pertama-tama temen kuliah saya gratisin buat nyobain pancake duren, Alhamdulillah ternyata banyak yang bilang enak," ujar Qomi, Senin (11/10/2021).

Ia melanjutkan, ia sempat meracik beberapa kali Pancake Durennya, sampai sesuai rasa atau selera yang diinginkan pasar. Hingga akhirnya banyak yang memesan dengan jumlah besar, dan banyak yang ingin menjadi reseller.

"Lalu saya buat sistem reseller, banyak dari temannya teman saya ikutan gabung, bahkan saudaranya temen juga banyak yang gabung. Waktu itu pas pertama kali buka sistem reseller, itu ada 100 reseller yang gabung di kawasan Ciputat dan sekitar, bukan hanya mahasiswa, tapi pekerja juga, ada yang dari Jakarta Pusat juga, mereka jual ke temen-temen kerjanya," ungkapnya.

Dari situlah, brand Duren KPK (Kamu Pasti Kembali) milik Qomi mulai dikenal banyak orang, meski saat itu hanya produk pancake duren saja yang dipasarkan. 
Seiring permintaan yang semakin banyak, akhirnya produksi pancake duren semakin  meningkat, sehingga harus membutuhkan karyawan.

Qomi Uthugyan (Instagram @qomiuthugyan)

Akhirnya, seusai lulus kuliah, pada Tahun 2016 Qomi memberanikan diri menyewa ruko di pusat Kota Serang. Saat itu produk Duren KPK sudah tidak hanya pancake, tetapi ditambah daging duren kupas, untuk menyuplai para pedagang soup duren, atau produk makanan dan minuman yang terbuat dari duren lainnya.

"Nah ternyata, pas saya buka toko, saya menyadari bahwa pasar saya yang sebenarnya itu para pedagang makanan dengan bahan dasar duren, seperti pedagang soup duren, jus duren, es cendol duren, dan lainnya. Jadi pas buka toko langsung saya buat nama Suplier Duren KPK, Bukan Toko Duren KPK, jadi orang beli duren kita itu, jarang untuk dinikmati sendiri, kebanyakan untuk dijual lagi," tutur Qomi.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Gerakan Nusantara Berdaya (GNB) Kota Serang itu melanjutkan, saat ini penjualan Duren KPK tetap stabil, meski sempat turun saat awal-awal pandemi.

Dalam sebulan, rata-rata kota menjual 10 sampai 15 ton duren kupas. Pembeli produk Duren KPK tersebar luas di Are Banten hingga Jakarta dan Jawa Barat. "Costumer kita paling jauh dari Solo, Jawa Tengah," ucap bapak satu anak ini. 

Baca Juga: Sukses Alih Profesi dari Bankir ke PNS, Begini Cerita Wanita Muda Asal Pandeglang Yang Penuh Perjuangan!

Dari usaha Duren KPK-nya ini, Qomi berhasil menghidupi keluarga kecilnya, memiliki rumah pribadi, dan memiliki kendaraan mobil pribadi. Bahkan, ia bisa melakukan travelling ke berbagai negara di Asia.

Dari mulai Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong di Cina, hingga Osaka di Jepang pernah ia jelajahi. Menurutnya, manusia tidak diukur dari seberapa banyak yang dia miliki, tetapi seberapa banyak yang dia bagi.

"Pesannya buat teman-teman milenial yang belum punya usaha, usaha itu menurut saya suatu keharusan. Jangan nunggu sempurna dulu baru usaha, jangan nunggu punya modal yang banyak, tapi mulailah usaha meski dengan keterbatasan, dengan sendirinya usaha itu kalau konsisten, makan akan menjadi besar dan sempurna," tutup pria yang gemar olaraga Futsal dan Badminton ini. ***

Editor: Ahmad Haris

Tags

Terkini

Gering Gara-gara Bank Emok

Selasa, 15 Februari 2022 | 21:36 WIB

Ini Tips Memilih Rumah Bebas Banjir di Kota Cilegon

Jumat, 5 November 2021 | 20:08 WIB

Bank Banten Resmi Operasikan KCP Kramatwatu

Kamis, 4 November 2021 | 17:35 WIB
X