Bendung Lama Pamarayan Banten, Jejak Peninggalan Kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda di Indonesia

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:00 WIB
Potret Bendung Lama Pamarayan Banten, Jejak Peninggalan Kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda di Indonesia (tangkap layar kanal YouTube Haryadi bray Bantampedia)
Potret Bendung Lama Pamarayan Banten, Jejak Peninggalan Kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda di Indonesia (tangkap layar kanal YouTube Haryadi bray Bantampedia)

PANDEGLANGNEWS.CO.ID - Potret sekilas mengenai Bendungan Lama Pamarayan Banten, ternyata jejak Peninggalan Saat Masa Kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda. 

Secara administratif, lokasi Bendung Lama Pamarayan terletak di dua wilayah yaitu sebagian terletak di Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, dan setengah badan bendungan terletak di Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Baca Juga: Vidi Aldiano dan Sheila Dara Resmi Menikah, Maskawin 1.000 Dollar Amerika Hingga 501 Poundsterling

Dilansir Pandeglangnews.co.id dari berbagai sumber pada Sabtu, 15 Januari 2022.

Bangunan Bendung Lama Pamarayan mempunyai panjang sekitar 191,65 meter yang terdiri atas bangunan utama, ruang kontrol,  bendungan sekunder, ruang lori, jembatan, dan rel lori.

Selain itu Bangunan pintu air Pamarayan memiliki konstruksi many spanned bridge with towers compositions (bentangan sepanjang sungai dan memiliki bangunan menara), dengan 10 pintu air, mirip dengan Bendung Pintu Air 10 yang berada di Kota Tangerang. 

Baca Juga: Pembukaan Kembali PPG, Simak Berikut Syarat dan Cara Mendaftar Melalui Web SIM PKB Kemdikbud

Arsitekturnya merupakan imitasi dari bangunan kuil di Athena (Yunani) yang dibangun antara 437-432 SM atau pintu gerbang (gateway) dengan prinsip konstruksi an opening within flinking column and entablature (sebuah bukaan yang diapit kolom ber-entablature).

Pada prinsipnya bangunan ini menerapkan arsitektur order yang berdenah empat persegi panjang. Kolom-kolomnya berbentuk persegi masif bersegmen (entablature) yang terkesan kokoh yang berfungsi sebagai landasan plat-plat baja untuk membendung aliran air sungai.

Halaman:

Editor: Muhamad Agus Salim

Sumber: Beragam Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X